Catatan Mudik dan Balik Hari Raya Idul Fitri 1439H / 2018

Halo semua 😀 Hari raya Idul Fitri 1439H, kemarin sempat mudik lagi, oh iya, Mohon maaf lahir dan batin untuk semuanya. Sekarang cuma mau berbagi catatan waktu sempat ikut arus mudik dan balik.

Liburan kali ini cukup panjang, jalanan kota Denpasar sudah lengang sejak H-4 Lebaran, itu juga karena berbarengan dengan hari Raya Galungan-Kuningan, jadi nyaman deh berkendara keliling kota 😉

Arus Mudik

Mudik kali ini dimulai dari kota Denpasar dengan Daihatsu Sirion, berangkat habis subuh tepat pada hari raya Idul Fitri yakni 15 Juni 2018, jam 5.30, di tengah perjalanan berkesempatan menunaikan ibadah Sholat Ied lalu lanjut lagi sampai pelabuhan jam 9.30 Pagi, dan ternyata antrian cukup panjang!!

Maksudnya antrian kendaraan mau masuk kapal, dari mulai bayar loket pelabuhan Gilimanuk sampai mobil berada di kapal itu perlu waktu tepatnya 57 menit. Lumayan juga yaa…

Masuk di dermaga 2 sehingga posisi kendaraan harus miring-miring, ombaknya gak ganas kalo pagi, dan motornya buanyak dan isi manusia di dalamnya melimpah, rame bangettt!!! 😳

Oke, lanjut menuju ke Nganjuk, jalurnya melewati Situbondo, Probolinggo, jalanan aman dan lancar tanpa hambatan, sesekali ada macet tapi pas di dalam kota saja, dan itu wajar. Sempat juga untuk Shalat Jum’at di daerah Situbondo.

Kemudian sampai di Bangil jam 5 sore untuk Shalat Ashar, waktu itu GPS menunjukkan kalo ada Tol Fungsional, tapi katanya kalo malam ditutup karena tidak ada penerangan jalan, oke. Langsung lah beli kartu e-Tol seharga 325000, berisi saldo 300000.

Kembali mengandalkan GPS, untuk sampai Mojokerto, memang rute terpendek menunjukkan lewat Kejapanan dan Mojosari yang garisnya merah merona, tapi jarak tercepat di GPS menunjukkan harus lewat Tol Waru, oke, ikut yang tercepat aja deh :mrgreen:

Akhirnya menuju ke Utara sampai masuk Tol Waru, bayar 3500 saja, lalu belok kiri dan masuk tol Sumo alias Surabaya – Mojokerto 😎 Waktu menunjukkan jam 6 dan saat itu matahari sudah tenggelam.

Tol Sumo ini ternyata lengang sekali, Sirion ini anteb juga dengan kecepatan rata-rata sampai 100 Kpj, bahkan kecepatan 120 kpj juga tidak terasa, saking lengangnya, di kecepatan ini masih aja disalip mobil lain, termasuk Jazz, Expander, dan mobil-mobil yang melesat mak wuzzz…. 😯

Heran juga, kok bisa se-lengang ini ya, jarak antar kendaraan memang sangat berjauhan, oh iya, mungkin karena orang-orang di waktu itu harusnya sedang silaturahin kali ya, hihihi… :mrgreen:

Dan petaka itu dimulai…

Di GPS, jarak tol Surabaya sampai keluar Nganjuk adalah 95Km dan ditempuh dalam waktu 1 jam 5 menit, tapi ternyata harus keluar tol Jombang karena tol fungsional tidak bisa dipakai di malam hari. Pintu keluar antrian di Jombang panjang sekali, total dari Waru sampai Jombang bayar 66500.

Lewat gerbang keluar tol di Jombang, jalanan padat merayap, GPS menunjukkan jarak 35 km dan ditempuh dalam waktu 1 jam 15 menit, padahal di kondisi normal tidak sampai 40 menit 😯

Jalanan macet bener!! keluar pintu toll, ternyata banyak pengalihan jalur, lebih kacau lagi karena di pintu perlintasan sedang ada proyek rel ganda, setelah berputar-putar akhirnya sampai di Bra’an Kertosono.

Disitu macet lebih menggila sampai-sampai jalanan dibuat searah saja, diperparah lagi dengan lampu hijau yang cuma sebentar, selama perjalanan ke Nganjuk, suasana masih padat merayap dan mau nyalip juga susah banget.

Total dari keluar tol Jombang sampai kota Nganjuk tembus 2 jam lebih sedikit, tiba jam 9.30 WIB, total perjalanan mencapai 14 jam, mantap jayaa!!!! :mrgreen:.

Arus Balik

Dimulai jam 9 WIB pagi hari, langsung masuk Tol Fungsional dan sempat kesasar, oke lah, jalanan tol fungsional dari Nganjuk ini masih kacau dan hanya berfungsi satu lajur, lintasan sudah dibeton halus tapi ada juga yang masih kasar.

Disana-sini pembangunan masih berjalan, baik siang atau malam, selama arus balik tetap dibuka, mantap lah, walaupun cukup berbahaya. Sampai Jombang, Mojokerto, lancar jaya tanpa hambatan

Sampai pintu masuk Waru gunung, ternyata disuruh bayar 82000, waahh… okelah kalo begitu.

Nyasar dimulai…

Nggak sadar sudah keluar tol, ternyata salah belok, harusnya belok ke tol Surabaya – Porong, malah lanjut ke tol Waru-Juanda, gara-gara tracking lokasi GPS nya lompat-lompat 😦 untung tol nya murah cuma 2500 saja, tapi muternya jauh sampai rungkut.

Setelah di jalan yang benar, yakni Tol Surabaya – Porong, lalu lewat jalan arteri baru porong, masuk ke tol Kejapanan Gempol, lanjut ke Tol Gempol – Pandaan, dan belok ke jalan tol Bangil – Rembang sampai akhirnya sampai di Pasuruan, total bayar tol dari Waru Gunung sampai di Keluar Pasuruan bayar 40 ribuan, sudah termasuk tol nyasar lho 😳

Dari pasuruan, ternyata keluar lewat kawasan Industri, tepat jam 10.30 WIB, lanjut ke Probolinggo untuk mampir ke rumah makan ayam bakar Wong Solo, sampai sana jam 11.45 WIB.

Lanjut ke Situbondo dengan lancar, sempat beberapa kali macet saat lewat perkotaan, dan ada juga pengalihan jalan. Sempat ada insiden senggolan dengan mobil lain yang melipir ke kiri tapi gak nge-sein.

Oke, sampai sekitar 10 km dari pelabuhan ketapang, sudah magrib dan mampir ke Masjid, masuk pelabuhan ketapang tidak antri kapal sama sekali, sangat lancar tapi ombaknya besar, lalu sampai di kota Negara jam 22.45 WITA, sehingga total perjalanan mencapai 12 jam dan 45 menit.

Entah habis berapa total perjalanan ini, gak ngitungin sih 😉 Semoga bermanfaat.

MnM

Iklan

Ditandai:, ,

Komen gak Komen tetap Thank you

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: